Packal has been archived and is no longer maintained. For Alfred workflows and themes, visit the Alfred Gallery.

Doa Tahlil Para Kyai Nu

(Lanjutan Doa Khusus untuk Mayit) : Allohummaghfir lahu (untuk laki-laki) / laha (untuk perempuan) warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil ma'i wats tsalji wal barad, wa naqqihi minadz dzunubi walkhathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zawjan khairan min zawjihi, wa adkhilhul jannata wa a'idzhu min adzabin qabri wa min adzabin naar.

Acara tahlil biasanya dipimpin oleh seorang Kyai atau seseorang yang hafal urutan bacaan. Berikut urut-urutannya: doa tahlil para kyai nu

The efficacy of the Doa Tahlil in the NU tradition is intrinsically tied to the figure of the Kyai . Not just any Muslim can lead a tahlil with the same spiritual impact. The Kyai is seen as a wasilah (medium/intermediary) of blessing ( barakah ). This barakah is derived from three sources: mastery of sacred knowledge ( ilmu ), a chain of spiritual transmission ( sanad ) linking him to the Prophet Muhammad, and a life of ascetic discipline ( riyadhah ). (Lanjutan Doa Khusus untuk Mayit) : Allohummaghfir lahu

Berikut adalah panduan lengkap mengenai susunan bacaan dan doa tahlil yang lazim diamalkan oleh para kyai dan santri NU. Not just any Muslim can lead a tahlil

Acara ditutup dengan doa keselamatan ( Ma'asyiral mukminin... ) dan sambutan dari tuan rumah atau Kyai, dilanjutkan dengan makan bersama sebagai wujud syukur.

Dalam pandangan para Kyai NU, tahlil bukan sekadar upacara kematian, melainkan: